•April 14, 2008 •
Tinggalkan sebuah Komentar

Keadaan Indonesia semakin memprihatinkan dengan adanya kasus kelaparan dan gizi buruk. Berbagai daerah di Indonesia tertimpa kasus kelaparan dan gizi buruk. Padahal Indonesia merupakan negara agraris, tapi negara ini malah tertimpa kasus kelaparan dan gizi buruk. Banyak korban yang meninggal akibat kelaparan dan gizi buruk , mulai dari balita hingga orang dewasa.
Ini menunjukkan bahwa ternyata di gegap gempita kota metropolitan, masih mempunyai sisi yang lainya dimana masih ada warga kota ini yang berusaha bertahan hidup dideru kemiskinan dan kelaparan. Pemerintahan sibuk mempercantik diri dan membangun rumah-rumah mewah, sementara nasib mereka yang kekurangan tidak mendapatkan perhatian sama sekali.
Kemiskinan selalu menjadi tersangka utama penyebab lemahnya daya beli pangan itu. Tidak mengherankan jika hampir seluruh pengidap malnutrisi itu adalah kalangan miskin. Mereka yang hidup tanpa perlindungan dan jaminan negara. Di tengah fenomena memilukan itu, korupsi justru semakin merajalela. Sementara utang negara kian menggunung, harga kebutuhan pokok terus meroket, pendidikan dan kesehatan kian mahal.
Kasus-kasus kelaparan dan gizi buruk itu telah menunjukkan bagaimana pemerintah gagal melaksanakan amanat konstitusi. Pemerintah harus terus melakukan koreksi total atas kegagalan kebijakan pangan dan gizi rakyatnya. Jika tidak, masa depan bangsa menjadi taruhannya!

Ditulis dalam Uncategorized
•April 7, 2008 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Bulan maret…Bulan yang penuh dengan kejadian aneh & lucu. Tanggal 20 Maret 2008. Tiba-tiba hujan turun deras. Saat itu ku masih les di LBB. Ku senang banget waktu hujan turun, dengan begitu pas pulang dari les ku bisa hujan-hujan. Namun semuanya tak berjalan sesuai dengan dugaanku. Semua jalan raya tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Wah.. ku sama teman-temanku bingung pulang lewat mana??~_~ Salah satu temanku, Elisa, dia mengendarai sepeda motornya dengan cepat, akhirnya kami terpisah. Aku & Nisa bingung mau lewat mana, semua jalan pada banjir. Akhirnya kami memutuskan lewat Jalan Tanjung Sari. Perjalanan kami berjalan mulus karena jalannya gak begitu banjir. Tapi…Tapi… Ternyata di bawah jalan tol tanjung sari jalannya banjir besar, wah kalau gini sepeda motornya nisa gak bisa lewat, bisa-bisa mogok ditengah-tengah. Ku hanya bisa berdoa, semoga kami bisa selamat sampai di rumah. Saat melalui seperempat jalan, nisa lalu berhenti di depan gang, dia gak berani meneruskan perjalanan, banjirnya besar banget. Lalu ada seorang laki-laki menunjukkan jalan lain untuk keluar dari tanjung sari.Huh..akhirnya pertolongan Allah turun juga. Aku & Nisa dengan selamat sampai rumah. Saat ku masuk kamar, tiba-tiba HP ku bunyi, ternyata Elisa telpon. Betapa kagetnya aku, dia bilang kalau sepeda motornya mogok di Simo. Ku jadi panik, trus ku langsung minta Ayah untuk nyusul Elisa ma Nanik. Ku & Ayah langsung meluncur menuju Simo. Dienk..Wau.. belum sampai Simo, di jalan raya Darmo kami disambut banjir besar. Air sungai meluap keluar menuju jalan raya, wau.. seperti stunami kecil di tengah kota. Mobil-mobil kecil di depan kami sudah pada mogok. Ayah jadi takut & memutuskan untuk kembali ke rumah. Duh..gimana dengan Elisa ma Nanik?Kasian mereka. Lalu ku SMS elisa dan bilang gak bisa nyusul dia. Kemudian Elisa telpon aku, dan dia bilang kalau sepeda motornya sudah bisa beroprasi kembali. Alhamdulillah .. Ku tau pertolongan Allah akan turun pada hambanya yang kesusahan. Hiks..Hiks.. Sejenak ku berpikir, Kenapa hujan yang sangat ku sukai, jadi begitu jahat dan menyeramkan. Dalam hatiku timbul sedikit rasa takut pada hujan.
Ditulis dalam My Experience
•Maret 28, 2008 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Ternyata Tuhan masih memberikan kita rizki yang melimpa. Buktinya kita masih bisa makan-makanan enak dan memenuhi gizi. Tapi kita malah menyia-nyiakan makanan itu, makan tidak dihabiskan malah dibuang. Lihatlah di luar sana… Banyak saudara kita yang tak bisa makan enak seperti kita. Nasi yang sudahbasi dijemur, lalu dimasak lagi untuk dimakan. Jika tidak ada makanan mereka terpaksa puasa. Betapa susahnya mereka.. Betapa menderitanya mereka.. Kita harus bersyukur karena masih bisa makan enak. Kita tidak boleh membuang makanan. Disamping itu, marilah kita bersama-sama membantu saudara kita diluar sana untuk keluar dari malapetaka kelaparan.
Ditulis dalam Uncategorized
•Desember 13, 2007 •
1 Komentar
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Ditulis dalam Uncategorized